5 Bahaya Terlalu Banyak Makan Gorengan saat Berbuka Puasa

Minyak Bulus Aman – Di bulan Ramadhan ini, gorengan menjadi salah satu menu buka puasa yang cukup populer. Banyak masyarakat yang menawarkan takjil untuk berbuka puasa dan kerap diserbu oleh masyarakat untuk berbuka.

Porsinya yang kecil dengan tekstur yang renyah, dan rasanya yang gurih membuat makanan ini menjadi andalan sebelum makan nasi. Sekali dua kali, berbuka dengan gorengan sebenarnya tidak apa-apa, tetapi akan berbahaya jika dikonsumsi setiap hari.

Terutama di tengah wabah COVID-19 ini, di mana kita dituntut untuk menjaga kesehatan sebaik mungkin. Jangan sampai, karena gorengan sistem imunitas seseorang menurun.

Berikut ini adalah sederet bahaya yang mengintai jika terlalu banyak makan gorengan saat berbuka puasa.

Meningkatkan resiko terkena penyakit jantung

Gorengan terbukti mampu meningkatkan tekanan darah, memicu obesitas, dan menurunkan kadar kolesterol baik yang mampu menimbulkan penyakit jantung. Berbagai studi membuktikan bahwa gorengan berdampak buruk bagi jantung.

Penelitian berjudul Fish intake and the risk of incident heart failure: the Women’s Health Initiative juga melaporkan, perempuan yang mengonsumsi satu porsi atau lebih ikan goreng per minggu, bisa meningkatkan risiko gagal jantung hingga sebesar 48 persen.

Masalah perut

Dari pada karbohidrat dan protein, lemak menjadi zat gizi makro yang paling lambat untuk dicerna. Ketika suatu makanan digoreng, maka makanan tersebut akan menyerap minyak dalam jumlah yang banyak. Makanan berminyak mengandung kadar lemak yang tinggi. Hal ini menyebabkan proses pengosongan perut menjadi terhambat.

Akibatnya, makanan pun akan lebih lama tertahan dalam perut. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa kembung, mual, dan sakit perut. Tentunya masalah-masalah ini mengganggu untuk menjalani puasa.

Menurunkan sistem imun

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Hardinsyah, menyebutkan bahwa sebelum mengkonsumsi gorengan, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah pastikan sudah minum air mineral lebih dulu segera setelah berbuka.

Yang kedua, lebih baik makan gorengan yang dibuat sendiri. Hal ini untuk memastikan minyak yang digunakan adalah minyak yang sehat dan tidak kotor. Pasalnya, ketika membeli gorengan di luar, tidak ada yang tahu minyak yang digunakan kondisinya seperti apa.

“Minyak jelantah mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans, sehingga bisa meningkatkan risiko jantung koroner dan menurunkan imun tubuh,” kata Hardinsyah dalam sesi Ceramah dan Diskusi Seputar Makanan, Minuman, Kesehatan Ramadhan dan Lebaran dari Lini Sehat.

Meningkatkan resiko diabetes melitus tipe 2

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disebutkan bahwa konsumsi makanan berminyak dan berlemak akan membuat seseorang beresiko terkena diabetes melitus tipe 2. Makanan yang tinggi lemak juga mengandung kalori yang tinggi. Hal ini akan berdampak pada kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Tak hanya itu, jika gorengan dikonsumsi berlebihan dan dalam kondisi yang tidak sehat akan membuat tubuh tidak mampu mengendalikan gula darah. Hal ini akan memungkinkan seseorang terkena diabetes melitus tipe 2.

Menurunkan fungsi otak

Menurut studi yang berjudul Microstructural brain tissue damage in metabolic syndrome, makan gorengan terlalu banyak akan memicu kenaikan berat badan, tingginya tekanan darah, dan sindrom metabolik. Sindrom metabolik ini terjadi akibat makanan berlemak akan merusak struktur, jaringan, dan aktivitas otak.

Dua studi lainnya juga mengaitkan asupan makanan berlemak dan gorengan dengan berkurangnya kemampuan belajar dan mengingat, serta peningkatan inflamasi.

Apalagi, bila yang disantap adalah lemak trans, yang bahkan bisa mengurangi kinerja otak. Lebih lanjut sampai pada tahap merusak memori.

Source 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *